Bukti potong PPh 23

Aturan Terkait Bukti Potong PPh 23

Bukti potong PPh 23 merupakan sebuah bukti yang harus kamu punyai jika kamu masuk dalam subjek yang dipotong penghasilannya setiap bulan. Biasanya ini berlaku pada mereka-mereka yang sudah bekerja di perusahaan besar maupun mereka yang sudah menjadi Pegawai Negeri Sipil.

Sesuai dengan PPh pasal 23 mempunyai arti bahwa pajak dibebankan kepada subjek karena penghasilan penyerahan jasa maupun hadiah ataupun penghargaan. PPh 23 masuk ke dalam jenis withholding tax atau nama lainnya pemotongan/pemungutan pajak penghasilan. Nah orang yang memungut pajak PPh pasal 23 harus memberikan bukti potong kepada mereka yang penghasilannya terpotong.

Bukti potong PPh 23 sangat penting baik bagi pemungut pajak sendiri maupun bagi subjek terpotong. Karena bukti tersebut merupakan sebuah tanda bahwa pajak penghasilan telah disetorkan ke kas negara secara benar.

Siapakah Subjek yang Membuat Bukti Potong PPh 23?

Subjek yang berhak membuat bukti potong PPh 23 merupakan wajib pajak baik pribadi maupun badan usaha, kemudian Pengusaha Kena Pajak, mereka yang berkedudukan sebagai bendahara pemerintah, dan lain sebagainya. Merekalah yang berhak memotong pajak penghasilanmu setiap bulannya.

Apakah kalian sudah memahami bagaimana sistem pemotongannya? Jika belum mari kita berikan contoh. Ada sebuah perusahaan konstruksi bernama PT Apel sedang mengerjakan proyek dari PT Belimbing untuk membangun sebuah perumahan. Nah total pembayaran awal mereka harus membayar uang sebesar 500jt ke PT Apel. Dan itu belum termasuk PPN 10% yaa untuk PT Apel. Saat membayarnya PT Belimbing juga terkena pajak PPh pasal 23 sebesar 2%. Sehingga totalnya adalah 500jt + 50 jt (PPN 10%) – 10jt (PPh Pasal 23) samadengan 540jt. Nah bukti potong PPh 23 wajib diserahkan kepada PT Apel dari PT Belimbing sebagai pemotong. Dan SPT Masa PPH 23 wajib dilaporkan maksimal di tahun berikutnya.

Apa Kegunaan Bukti Potong PPh 23?

Bukti potong tersebut yang telah diterima oleh pihak yang penghasilannya terpotong bisa kamu gunakan untuk pengkreditan pajak saat SPT Tahunan. Artinya kamu bisa membayar kurang bayar pajak tahunan dengan nominal yang lebih rendah. Sehingga kamu harus menyimpan dengan baik bukti potongan penghasilan tersebut dan jangan sampai hilang.

Berapa Lama Pengkreditan Bukti Potong PPh 23 Berlangsung?

Saat kamu ingin mengkreditkan bukti potongan penghasilan tersebut, maka perlu kamu tau bahwa maksimal penggunaannya hanya pada thun pajak tersebut. Artinya bukti potong PPh 23 tahun 2021 maka hanya bisa kamu kreditkan hingga tahun berikutnya 2022 saat jatuh tempo pelaporannya.

Sebagai subjek yang penghasilannya terpotong kamu harus giat dalam menagih dan membukukan bukti potong sehingga kas negara tidak telat kamu bayarkan dan kamu tidak terkenal lebih bayar pada tahun pajak di tahun berikutnya.

Bagaimana Cara Membayar PPh Pasal 23?

Nah jika kamu mempunyai kewajiban menyerahkan bukti potong PPh 23 maka kamu harus memenuhi beberapa persyaratan dalam pembayarannya. Diantaranya kamu harus mempunyai ID Billing, subjek yang memotong membayar lewat jalur pembayaran yang resmi. Dan untuk jatuh temponya adalah satu bulan berikutnya setelah bulan terutang pajak penghasilan 23. Jika sudah terpotong maka pemotong harus memberikan kepada kalian bukti potong satu rangkap.

Nah itulah tadi seputar bukti potong PPh 23 yang harus kamu pahami yaa. Sebagai tambahan jika kamu sebagai subjek yang penghasilannya terpotong, kamu berkesempatan mengkreditkan bukti potong yang kamu terima agar bisa menurunkan nominal pajak yang terhutang. Namun ingat kamu harus dapat mengkreditkannya pada tahun pajak tersebut saja.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *